Sunday, March 6, 2011

Dari Aku, Yang Menunggu Kehadiran Jiwanya

Aku seolah selalu bisa merasakan sosok rendah hati dan sederhana pada dirinya.
Kata-katanya menunjukkan hal itu, juga busananya.
Ketika Aku menemukan perkataan-perkataannya yang tak biasa, Aku merasa, Dia bukan dirinya saat itu. Segera setelah itu, Dia pasti akan kembali pada dirinya, dirinya yang Aku tahu.


Tuhan memang benar-benar Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Pencipta lagi Maha Pintar.
Dia selalu bisa menciptakan sosok-sosok yang berbeda, yang Dia ciptakan pula sosok-sosok lain yang mampu memahaminya.
Dan Aku merasa, itulah dunia. Bukan se-belahan jiwa, melainkan satu jiwa yang sanggup memahami satu jiwa lainnya yang berbeda.


Tuhan, lindungi dan naungi Dia, Amiin.

No comments:

Post a Comment