Thursday, October 15, 2009

Nakodok Dan Nakular

Tersebutlah di sebuah rawa, tinggal berseberangan keluarga ular dan kodok. Masing-masing mempunyai anak yang diberi nama Nakular dan Nakodok. Suatu hari, secara tidak sengaja mereka bertemu untuk pertama kalinya.

"Hai, kamu ini siapa? Kok badanmu panjang?" tanya Nakodok kepada Nakular.

"Hai juga. Memang beginilah keluarga kami, panjang dan licin. Namaku Nakular. Kamu siapa? Kenapa badanmu bulat begitu, dan, eh, kamu kok tidak punya ekor?"

"Namaku Nakodok. Memang beginilah keluarga kami, perut buncit, punggung besar, dan tidak punya ekor. Lucu yah?" jawab Nakodok.

Setelah saling sapa, mereka pun dengan cepat menjadi kawan yang kompak dan akhirnya bersahabat. Sebagai sahabat baru, mereka larut dalam kegembiraan dan bermain sepanjang hari. Saking asyiknya, mereka tidak sadar sudah berada jauh dari rumah.


Hari berangsur petang. Orangtua Nakular dan Nakodok mulai cemas karena tidak biasanya anak mereka pulang sesore ini. Mereka mencari ke tempat-tempat dimana anak mereka biasa bermain, namun tidak ketemu.

Menjelang malam, Nakodok kembali, dan amarah sang Ibu langsung menyambutnya. "Kamu dari mana seharian, hah! Tahu nggak, kami sudah mencarimu ke mana-mana?"

Nakodok yang masih diliputi keceriaan bercerita dengan antusias. "Oh, hari ini aku ketemu teman baru. Namanya Nakular. Dia lucu sekali. Badannya panjang, meliuk-liuk, bisa berdiri seperti per, dan dia juga bisa melingkari tubuhku, geli tapi enak."

Tetapi reaksi yang didapat Nakodok sungguh di luar dugaan. "Gila lu, kamu hampir mencelakakan dirimu! Tahukah kamu siapa mereka? Mereka adalah keluarga ular. Mereka itu pemakan kodok, tahu? Untung dia masih kecil kamu tidak dimakannya. Coba kalau ketemu bapaknya atau ibunya, kamu pasti sudah ditelan. Mereka dan kita musuh bebuyutan, dari zaman dulu ampai kiamat. Jadi, mulai besok kamu tidak boleh bermai- main ke sana lagi, ya!"

Nakodok hanya bisa terkejut dan menangis. Tidak pernah dia mengira bahwa persahabatan sehari mendatangkan amarah yang luarbiasa.

Di tempat lain, Nakular yang baru tiba di rumah langsung dicerca ibunya. "Kamu dari mana, hah? Pergi sampai lupa waktu."

"Oh... tadi aku bermain-main, Ma. Aku dapat teman baru, namanya Nakodok. Dia lucu sekali. Badannya bulat, perutnya buncit, matanya besar dan bening. Tadi aku naik ke punggungnya, licin dan geli karena lendirnyabanyak. Asyik deh. Besok aku sudah janjian mau main bersama lagi."

"Gila kamu! Tahukah kamu bermain dengan siapa?"amarah sang ibu menggagetkan Nakular. "Dia adalah keluarga kodok, tahu, mereka itu makhluk jelek yang ditakdirkan untuk makanan kita. Mau ditaruh dimana martabat keluarga kita seandainya ada yang melihat kamu bermain dengannya? Mulai besok, kamu tidak boleh bermain-main dengan dia!"

Sejak itu Nakular dan Nakodok tidak pernah bermain lagi. Kalaupun kebetulan saling melihat dari jauh, mereka memalingkan muka dan menjauh dari sahabat yang pernah akrab sehari.

*****

Permusuhan dan pertentangan antara satu pihak dengan pihak lain sering kali merupakan warisan turun-temurun. Namun, jauh di lubuk hati setiap makhluk, sesungguhnya ada panggilan hati untuk saling berkawan akrab. Perasaan itulah yang dialami Nakodok dan Nakular dalam cerita di atas.

Secara alamiah kita terpanggil oleh jiwa yang murni untuk mengulurkan tangan dan persahabatan kepada siapa saja. Melalui perkawanan dan persaudaraan niscaya pengalaman-pengalaman yang menyenangkan, menguntungkan, dan membawa sukses akan kita peroleh.

Sayang Nakular dan Nakodok tidak mendengarkan panggilan hati mereka untuk bersabahat. Mereka lebih menuruti pesan-pesan orang tua yang sesungguhnya mesti diperiksa dan dikaji lagi.

Marilah mengulurkan tangan dan hati yang tulus untuk berkawan dan bersahabat dengan siapa pun.

Semut dan Jenghis Khan

Siapa tidak kenal Jenghis Khan? Dialah Kaisar Mongol yang terkenal gagah perkasa karena tidak saja berhasil menaklukkan seluruh daratan Tiongkok, tetapi juga merambah sampai ke Asia Tengah-Barat dan Eropa.

Temucin sendiri memilih bersembunyi di dalam sebuah gua. Di sana, dia melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan: segerombolan semut sedang berusaha mengangkut sebongkah makanan melewati sebuah batu sebesar kepalan tangannya, yang di mata semut-semut itu adalah tembok yang amat tinggi. Berulangkali ketika hampir sampai di puncak, makanan itu jatuh, namun semut-semut itu turun kembali untuk beramai-ramai menggotongnya naik.

Perjuangan semut-semut yang tidak pernah putus asa itu merupakan keasyikan tersendiri bagi Temucin. Tanpa sadar dia mulai menghitung, berapa kali mereka jatuh namun bangun kembali. Satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali, sepuluh kali, dua puluh kali, lima puluh kali, hingga kesekian kali, semut-semut itu pun akhirnya berhasil.

Temucin tersentak karena mendapatkan inspirasi: makhluk-makhluk kecil ini begitu tekun dan tabah menghadapi kegagalan, melecut dan membangkitkan semangatnya kembali. Baru sekali ini dia dan pasukannya tercerai berai oleh musuh. Tidak boleh patah hati, lemah hati, dan tawar hati.

Dengan mengendap-endap Temucin keluar dari persembunyiannya. Dia kembali ke markasnya dan mulai menghimpun pasukannya, mengatur barisan, berlatih, dan menanamkan semangat semut-semut tadi sebagai suntikan motivasi.

Konon, begitulah Temucin berhasil membangkitkan moral dan semangat pasukannya sehingga menjelma menjadi pasukan perang yang gagah berani dan menakutkan bagi musuh-musuhnya.

*****

Pembaca yang budiman, semut adalah makhluk kecil dan lemah yang sering tidak kita sadari keberadaannya. Namun mereka punya semangat, vitalitas, dan daya juang yang luar biasa. Sikap tidak pernah putus asa dan pantang menyerah menghadapi kegagalan patut kita teladani.

"Semut aja bisa. Kita lebih perkasa daripada semut-semut." Itulah lecutan semangat Temucin kepada pasukannya. Dan benar saja, saat mereka bangkit dan berjuang, tidak tawar hati oleh kekalahan, tidak luntur semangat menghadapi kegagalan, dengan kepala tegak mereka pun bisa berbalik dan menjelma menjadi pasukan yang luar biasa.

Mencintai Tangan Ibu

Suatu hari, seorang anak remaja, secara tidak sengaja, mendapati bahwa kedua tangan ibunya ternyata jelek sekali karena bekas luka bakar. Selama ini sang ibu berhasil menyembunyikannya dengan selalu memakai baju berlengan panjang. Si remaja kaget, terkejut, dan menunjukkan mimik tak suka setengah merasa jijik.

Ibu yang melihat reaksi anaknya demikian berkata dengan lembut, "Nak, ke sini deh sebentar. Ibu mau cerita tentang tangan ini."

Perlahan si anak mendekati ibunya.

"Kamu mau tahu kenapa tangan Ibu jelek seperti ini?" tanyanya.

Si anak menggeleng perlahan.

"Ceritanya begini. Dulu, ketika kamu masih bayi, kita adalah keluarga baru yang merantau ke Jakarta ini. Ayahmu hanya mampu mengontrak rumah sederhana di pemukiman padat. Setiap hari ayahmu membanting tulang mencukupi kebutuhan kita, sedangkan Ibu selain membesarkan kamu juga harus bekerja sebagai buruh cuci."

"Suatu hari, ketika Ibu sedang bekerja, terdengar teriakan, 'kebakaran ... kebakaran ... kebakaran'. Dengan panik, Ibu meninggalkan cucian, berlari menuju tempat kebakaran. Sesampai di sana badan Ibu langsung lemas, karena ternyata rumah kita sedang diamuk api."

"Tahukah di mana kamu waktu itu? Di kamar tertidur pulas. Dengan histeris Ibu menerobos masuk untuk menyelamatkan kamu, tetapi dihalangi oleh masyarakat. Tentu tidak mungkin Ibu membiarkan kamu dilalap api. Dengan sekuat tenaga dibantu badan yang licin karena dipenuhi sabun, Ibu pun terlepas."

"Ibu menerobos masuk, menerjang pintu kamar, dan menemukan kamu sudah dikelilingi api. Syukur kamu belum apa-apa. Dengan segera Ibu membungkus kamu dengan sarung basah. Tinggal, bagaimana caranya keluar? Asap hitam di mana-mana dan Ibu kehilangan arah. Namun Ibu nekat menerobos dan berhasil menemukan pintu keluar."

"Sayang, karena panik, Ibu tidak memperhatikan sekeliling. Sebatang kayu yang sedang terbakar jatuh dan menimpa tangan Ibu. Kamu terlepas dan diselamatkan warga. Tapi seperti nilah jadinya tangan Ibumu."

Mendengar kisah dramatis itu, si remaja diam terpaku, terpesona. Perasaan haru muncul di hatinya hingga tidak sadar air mata pun meleleh di pipinya. Perlahan dia pun mendekatkan dirinya ke tangan itu, memeluk, dan menciuminya dengan lembut seraya berkata, "Tangan Ibu hebat dan kuat. Aku bangga, Ibu begitu mengasihiku, rela mengorbankan segalanya untuk menyelamatkan aku. Sungguh, aku sayang tangan Ibu."

*****

Sesuatu itu baik atau buruk tergantung bagaimana kita melihatnya. Tangan Ibu tampak buruk tanpa kisah dibaliknya. Namun ketika kisah tangan itu diceriterakan, maka seketika terjadi perubahan pandangan: dari tangan buruk menjadi tangan indah.

Etos 5 yang berbunyi kerja adalah ibadah, aku bekerja serius penuh kecintaan, menuntut kita menggeser cara pandang pada pekerjaan. Ketika kita mampu bekerja dengan niat untuk dibaktikan kepada Tuhan, dalam sekejap wajah pekerjaan pun menjadi indah.

Wajah kerja sering kali terasa buruk. Bisa karena upahnya kecil, jauh jaraknya dari rumah, suasana terasa monoton, upahnya tidak setinggi harapan, teman sekantor tidak bersahabat, dan banyak alasan lainnya. Namun jika kita mengerti bahwa pekerjaan adalah cara Tuhan memberkati kita, maka timbullah kesadaran baru bahwa pekerjaan itu sangat berharga, bahkan mulia.

Renungkanlah makna baru pekerjaan anda. Dengan pekerjaan itu, melalui pekerjan itu, anda pernah, sedang, dan akan diberkati Tuhan. Dengan cara demikian, seperti diktum etos ini, kerja adalah ibadah, maka kita akan mampu bekerja serius penuh kecintaan dan penuh sukacita.

Makna lain kisah tangan Ibu, pasti bisa anda petik.

Wednesday, October 7, 2009

Aktivasi Email

Buat databasenya terlebih dahulu :

CREATE DATABASE `aktivasi_email`;



Lalu buat struktur tabelnya :



CREATE TABLE `anggota` (

`id` mediumint(8) NOT NULL auto_increment,

`nama` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`email` varchar(100) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`aktif` tinyint(1) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`id`)

) ENGINE=MyISAM AUTO_INCREMENT=6 DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=6 ;



Nih script PHP-nya :

Config.php :


$localhost = "localhost";

$username = "root";

$password = "";

$db = "aktivasi_email";

mysql_connect($localhost,$username,$password);

mysql_select_db($db);

?>



Index.php


include "config.php";

if($_GET['ok'] == "daftar")

{

$nama = $_POST['nama'];

$email = $_POST['email'];

mysql_query("INSERT INTO anggota (nama,email,aktif) values ('$nama','$email','0')");

$email_registrasi = mysql_query("SELECT * FROM anggota WHERE email='$email'");

$email_aktivasi = mysql_fetch_array($email_registrasi);

$pesan = "Hallo $nama, Silahkan klik link aktivasi dibawah ini untuk mengaktifkan keanggotaan anda \n \n http://www.situsanda.com/aktivasi.php?aktivasi=$email_aktivasi";

@mail("$email","Aktivasi email","$pesan","From: email_anda@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it ");

print "
Silahkan Klik Link aktivasi yang telah kami kirim ke email anda!

";

}

?>



Nama :






Email :
















Aktivasi.php


include "config.php";

// ini untuk mengecek di database apakah email terdaftar sebelumnya.

$url = $_SERVER['REQUEST_URI'];

$cek_email = stristr($url,"aktivasi=");

$email = substr($cek_email,9);

$email_registrasi = mysql_query("SELECT * FROM anggota WHERE email='$email'");

$email_aktivasi = mysql_fetch_array($email_registrasi);

if($_GET['aktivasi'] == $email_aktivasi['email'])

{

// aktifkan keanggotaan

mysql_query("UPDATE anggota SET aktif='1' WHERE email='$email_aktivasi[email]'");

print "Account anda telah diaktifkan !!";

}

?>



Penjelasan singkat :

file config.php berguna untuk mengatur koneksi ke database. Saya pikir yang ini tidak perlu dijelaskan terlalu dalam. Pada file index,php, terdapat perintah “mail” yang berfungsi mengirim ke email anda alamat link http://www.situsanda.com/aktivasi.php?aktivasi=$email_aktivasi. Jika anda membuka email anda, anda cukup meng-klik link tadi dan secara otomatis anda akan masuk ke file aktivasi.php?aktivasi=email_anda. Dan pada file aktivasi.php akan dilakukan perubahan pada tabel “aktif” dari angka 0 menjadi 1, dimana angka 0 artinya belum aktif sedangkan 1 sudah aktif.

Menampilkan Iklan Pada Halaman Websitel

Ada banyak cara untuk membuat iklan ditampilkan pada halaman website. Biasanya para bloger menggunakan iklan yang bersifat Pay Per Click ataupun Pay To Click, seperti Google Adsense misalnya, namun bagaimana jika kita ingin menampilkan iklan produk milik kita sendiri? Ada beberapa cara tentunya, yang statis maupun `. Di samping banyak cara, logikanya pun banyak tentunya. Penulis akan jelaskan beberapa cara untuk menampilkan iklan pada website yang kita miliki, yaitu sebagai berikut :

1. Menampilkan iklan secara random
2. Menampilkan berdasarkan detik waktu
3. Menampilkan berdasarkan kategori halaman yang dituju


Bahan yang dibutuhkan :
1. Pengetahuan dasar fungsi PHP
2. Menyiapkan beberapa gambar/image berekstensi jpg ataupun png untuk dijadikan sebagai iklannya, di artikel ini penulis telah menyediakan 30 gambar yang akan dijadikan iklan nantinya.

Cukup dengan pengetahuan dasar fungsi PHP, kita sudah dapat mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki untuk membuat suatu script sederhana yang berguna untuk menampilkan iklan yang diinginkan. Fungsi-fungsi dasar yang digunakan dalam artikel kali ini adalah fungsi rand(), dates(),

Penulis membagi cara-cara yang telah penulis sebutkan di atas kedalam beberapa file, yang pertama yaitu file iklan_random.php :

Filter tersebut berisi sebuah fungsi yang berguna untuk menampilkan iklan secara random :

function iklan_random()
{
$no = rand(1,30); // Ini menentukan nomor urutan gambar
?>}


Fungsi rand(1,30) digunakan untuk mendapatkan nilai secara random dari 1 sampai 30. Dengan fungsi ini maka jumlah iklan tidak terbatas.

Yang selanjutnya adalah file iklan_waktu.php, dalam file ini terdapat sebuah fungsi yang dapat menampilkan iklan bedarsarkan detik waktu, file ini berisi :

function iklan_waktu()
{
/* cari nomor urutan gambar berdasar waktu, karena hanya ada 30 gambar maka maksimal detik (60) dibagi 2 aja.. */
$no = date('s')/2;
?>}


Fungsi date('s') di atas digunakan untuk menangkap detik saat ini. Karena maksimal detik adalah 60 maka maksimal jumlah iklan adalah 60. Jika jumlah iklannya adalah 60 gambar maka setiap gambar akan ditampilkan maksimal 1 detik. Sehingga jika ada 30 gambar, setiap gambar akan ditampilkan masing masing 2 detik.


Yang terakhir adalah file iklan_kategori.php, dalam file ini terdapat fungsi yang dapat menampilkan iklan berdasarkan kategori halaman.

function iklan_kategori()
{
// Tentukan kategori apabila belum dipilih
if(isset($_GET['k'])){$k=$_GET['k'];}else{$k=4;}
?>
}


Pada setiap halaman diletakkan sebuah variable ’k’, variable ini dihasilkan oleh url, yang kemudian diambil menggunakan variable global $_GET[’k’], untuk selanjutnya di cocokkan dengan urutan gambar yang ada. Sehingga jika variable k bernilai 1 maka yang ditampilkan adalah ads1.jpg, begitu untuk seterusnya dan seterusnya...

Scanning All files and Directories

Scanning berikut menghasilkan query dalam bentuk array, dan bersifat continue sampe file terakhir pada folder terakhir, jadi smua bakalan discan, kecuali untuk nilai pada variable $invisibleFileNames yang ditampung juga dalam array



function scanDirectories($rootDir) {
// set filenames invisible if you want
$invisibleFileNames = array(".", "..", ".htaccess", ".htpasswd", "Thumbs.db");
// run through content of root directory
$dirContent = scandir($rootDir);
$allData = array();
// file counter gets incremented for a better
$fileCounter = 0;

foreach($dirContent as $key => $content) {
// filter all files not accessible
$path = $rootDir.'/'.$content;
if(!in_array($content, $invisibleFileNames)) {
// if content is file & readable, add to array
if(is_file($path) && is_readable($path)) {
$tmpPathArray = explode("/",$path);
// saving filename
$allData[$fileCounter]['fileName'] = end($tmpPathArray);
// saving while path (for better access)
$allData[$fileCounter]['filePath'] = $path;
// get file extension
$filePartsTmp = explode(".", end($tmpPathArray));
$allData[$fileCounter]['fileExt'] = end($filePartsTmp);
// get file date
$allData[$fileCounter]['fileDate'] = date('Y-m-d H:i:s', filectime($path));
// get filesize in byte
$allData[$fileCounter]['fileSize'] = filesize($path);

//query SQL dapat diletakkan disini:
//mysql_query("INSERT INTO dirGue(path, filename) VALUES('".$allData[$fileCounter]['filePath']."', '".$allData[$fileCounter]['fileName']."')")

$fileCounter++;
// if content is a directory and readable, add path and name
}elseif(is_dir($path) && is_readable($path)) {
$dirNameArray = explode('/',$path);
$allData[$path]['dirPath'] = $path;
$allData[$path]['dirName'] = end($dirNameArray);
// recursive callback to open new directory
$allData[$path]['content'] = scanDirectories($path);
}
}
}

return $allData;
}

if(isset($_POST['submit']) && !empty($_POST['rootDir']))
{
print_r(scanDirectories($_POST['rootDir']));
}
?>

Scanning All Files and Directories





Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) Adalah Muslim

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu) . Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.