Thursday, October 15, 2009

Semut dan Jenghis Khan

Siapa tidak kenal Jenghis Khan? Dialah Kaisar Mongol yang terkenal gagah perkasa karena tidak saja berhasil menaklukkan seluruh daratan Tiongkok, tetapi juga merambah sampai ke Asia Tengah-Barat dan Eropa.

Temucin sendiri memilih bersembunyi di dalam sebuah gua. Di sana, dia melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan: segerombolan semut sedang berusaha mengangkut sebongkah makanan melewati sebuah batu sebesar kepalan tangannya, yang di mata semut-semut itu adalah tembok yang amat tinggi. Berulangkali ketika hampir sampai di puncak, makanan itu jatuh, namun semut-semut itu turun kembali untuk beramai-ramai menggotongnya naik.

Perjuangan semut-semut yang tidak pernah putus asa itu merupakan keasyikan tersendiri bagi Temucin. Tanpa sadar dia mulai menghitung, berapa kali mereka jatuh namun bangun kembali. Satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali, sepuluh kali, dua puluh kali, lima puluh kali, hingga kesekian kali, semut-semut itu pun akhirnya berhasil.

Temucin tersentak karena mendapatkan inspirasi: makhluk-makhluk kecil ini begitu tekun dan tabah menghadapi kegagalan, melecut dan membangkitkan semangatnya kembali. Baru sekali ini dia dan pasukannya tercerai berai oleh musuh. Tidak boleh patah hati, lemah hati, dan tawar hati.

Dengan mengendap-endap Temucin keluar dari persembunyiannya. Dia kembali ke markasnya dan mulai menghimpun pasukannya, mengatur barisan, berlatih, dan menanamkan semangat semut-semut tadi sebagai suntikan motivasi.

Konon, begitulah Temucin berhasil membangkitkan moral dan semangat pasukannya sehingga menjelma menjadi pasukan perang yang gagah berani dan menakutkan bagi musuh-musuhnya.

*****

Pembaca yang budiman, semut adalah makhluk kecil dan lemah yang sering tidak kita sadari keberadaannya. Namun mereka punya semangat, vitalitas, dan daya juang yang luar biasa. Sikap tidak pernah putus asa dan pantang menyerah menghadapi kegagalan patut kita teladani.

"Semut aja bisa. Kita lebih perkasa daripada semut-semut." Itulah lecutan semangat Temucin kepada pasukannya. Dan benar saja, saat mereka bangkit dan berjuang, tidak tawar hati oleh kekalahan, tidak luntur semangat menghadapi kegagalan, dengan kepala tegak mereka pun bisa berbalik dan menjelma menjadi pasukan yang luar biasa.

No comments:

Post a Comment